Sabtu, 08 Desember 2012

Berarti Agil Cinta Pertamaku Dong Ra ?



-Sekarang aku tau, kenapa aku sulit melupakan Esa L ” –

Sejenak aku terdiam setelah membaca pesan singkat dari sahabatku sejak SMP itu, sahabat yang harus terpisah demi mengejar cita-cita masing-masing.

-Lho..  lha kenapa ra..? :o-

Tanyaku balik lewat via sms. Nampaknya, Fira sahabat kecilku itu terlihat bimbang, yaa bahasa kerennya sih AnDiLau gitu.. antara Dilema dan Galau  :D

-Dulu, aku kira cinta pertamaku itu Dhoni.. tapi ternyata bukan, cinta pertamaku itu Esa, soalnya dulu pas aku suka Dhoni aku belum dewasa, aku belum PMS-

Terlihat sepele memang pembicaraan kami melalui via SMS ini. Tapi, setelah membaca balasan singkat tersebut, aku jadi ikut memutar otak. Cetar membahana pikirku. Tanpa sadar senyum kecil itupun mulai menghiasi bibir mungilku. Binar-binar matapun mulai mengambang. Kepala yang sedari tadi lesu tertunduk mulai tergerak. SMS itu, balasan pendek itu......

-Berarti... cinta pertamaku, Agil dong ra :D -

-maybe- balas Fira

Senyum-senyum geli mulai mengambang menyeruak ingin menerobos meledakan cekikikan tawa yang tertahan karna perutku yang lapar. Agil Agil Agil.. sekali lagi Agil. Kembali lagi pikiran tertuju pada satu nama dihati dan dipikiran. Ingin rasanya aku berbagi cerita hari ini dengan dia. Dia yang harus ninggalin aku selama 3 hari kedepan tanpa alasan yang jelas.

*****************************************************

Sepi yang tadinya beputar-putar diotak karena ditinggal sang pacar sedikit demi sediki kabur karena celetukan 3 temanku, Qory, Ahir, Inne. Celetukan tentang gosip model berpacaran dikelas menggemakan geli tawa lepas dari bibir cerewet kami. Jarum jam pun berubah membentuk senyum menunjukan pukul 5 sore. Waktu untuk menghentikan semua celetukan dan tawa liar kami.

Sendiri lagi, kali ini duduk sendiri di dekat jendela bis pengantar ku pulang. Rasanya penat mulai menyerangku. Kantuk, pusing, lapar, kangen serta sepi beradu jadi satu. Bertempur memforsir otakku. Lihat, lirik, dan terus itu yang aku lakukan sejak tadi, menatap ponselku yang semakin sepi tanpa sms darinya.

Drrrrrrrrttt....

Getar ponselku, “semoga sms darinya Tuhan J” kataku dalam hati dengan seutas senyum kecil sembari merogoh ponsel di saku baju pramukaku.

-udah sampai mana? Udah ayah tunggu dijembatan dari tadi-
“Ohh sms dari Ayah ternyata” gumamku setelah membuka dan membaca pesan dari ayahku.

            -masih jauh yah, ntar ayes sms ayah ya..-
“lagi apa ya dia? Kangen ngga ya dia kayak aku sekarang? Tapi kayaknya engga deh, temennya banyak, huffff... ndut sepi.. cepetan 3 harinya Tuhan...” celotehku dalam hati setelah membalas pesan singkat dari ayahku.

*********************************************

Ditengah-tengah perjalanan, tiba-tiba aku kembali teringat pesan singkat dari Fira siang tadi. Iseng, aku mencoba mengurutkan nama-nama orang yang pernah mendapat nilai ++ dimata dan hatiku.

“Dulu aku suka Rio, tapi itu aku masih kecil banget udah pastilah belum PMS nggak usah kayaknya!! Berarti Rio diluar kriteria” mencoba kuingat-ingat lagi waktu lampau itu untuk memastikan

 “ Kalo Iar..? kayaknya ngga juga, itu pas aku kelas 7 awal deh” ahhhh mantap ingatanku masih peka

“ Ehh tunggu, gimana kalo Athur..? sejak kapan ya aku tertarik sama dia..? loh-lohhh kok aku jadi mikir dia cinta pertamaku... mudah-mudahan bukan Athur..”

Athur, Athur adalah teman baik Agil, pacarku. Dia juga kakak sepupu dari Fira sahabat kecilku itu. Namun, Athur juga mantan pacarku.

********************************************************

“ Arghhhhhhh ogah kalo Athur orangnya ” gerutuku dalam hati. Kesal tidak bisa mengingat-ingat kejadian lalu. Terus, terus, terus berputar... berputar dan akhirnya..

“Athur bukan cinta pertamaku... iya bukan Athur” gelak semangat berkumandang dalam dada. Tanpa sengaja, hitungan detik kemudian lagu kawakan Nikka Costa-My First Love lirih memanjakanku lewat earphone yang sengaja kupasang agar tidak mengganggu penumpang yang lainnya. Mengingatkanku pada sosok itu. Seorang seerhana, apa adanya, selera humoris tinggi, suka mengejekku, suka berdebat, selalu memanjakanku, pengertian, perhatian dan seorang yang manis wajah dan lakunya. Pindutku, Maspeku, Menthogku.

“saat kamu sms aku, hal pertama yang ingin ku katakan adalah ^My First Love darl^”  kataku memejamkan mata. Mencoba terlelap sejenak melihat sosoknya, merasakan keberadaannya dalam mata terpejamku, have a nice day.

Aku ingin cinta pertamaku adalah cinta terakhirku juga satu-satunya cinta yang menghiasi hidupku. Seperti api yang membakar lilin juga seperti lilin yang terbakar oleh api. Sama-sama terbakar namun memiliki arti yang berbeda. Salng melengkapi. Perbedaan melengkapi kita..
#To be continue J

Agnes Anaike Putri Ragiel.....
Saturday, December 08, 2012

2 komentar:

  1. cinta itu dari hati, bukan dari otak. jika kamu benar-benar mencintaiya, maka kamu tidak perlu memikirkan apakah dia cinta pertamamu atau bukan.

    BalasHapus