-Sekarang aku
tau, kenapa aku sulit melupakan Esa L ” –
Sejenak aku
terdiam setelah membaca pesan singkat dari sahabatku sejak SMP itu, sahabat
yang harus terpisah demi mengejar cita-cita masing-masing.
-Lho.. lha kenapa ra..? :o-
Tanyaku
balik lewat via sms. Nampaknya, Fira sahabat kecilku itu terlihat bimbang, yaa
bahasa kerennya sih AnDiLau gitu.. antara Dilema dan Galau :D
-Dulu, aku kira
cinta pertamaku itu Dhoni.. tapi ternyata bukan, cinta pertamaku itu Esa,
soalnya dulu pas aku suka Dhoni aku belum dewasa, aku belum PMS-
Terlihat
sepele memang pembicaraan kami melalui via SMS ini. Tapi, setelah membaca
balasan singkat tersebut, aku jadi ikut memutar otak. Cetar membahana pikirku.
Tanpa sadar senyum kecil itupun mulai menghiasi bibir mungilku. Binar-binar
matapun mulai mengambang. Kepala yang sedari tadi lesu tertunduk mulai
tergerak. SMS itu, balasan pendek itu......
-Berarti... cinta
pertamaku, Agil dong ra :D -
-maybe- balas Fira
Senyum-senyum
geli mulai mengambang menyeruak ingin menerobos meledakan cekikikan tawa yang
tertahan karna perutku yang lapar. Agil Agil Agil.. sekali lagi Agil. Kembali
lagi pikiran tertuju pada satu nama dihati dan dipikiran. Ingin rasanya aku
berbagi cerita hari ini dengan dia. Dia yang harus ninggalin aku selama 3 hari
kedepan tanpa alasan yang jelas.
*****************************************************
Sepi yang
tadinya beputar-putar diotak karena ditinggal sang pacar sedikit demi sediki
kabur karena celetukan 3 temanku, Qory, Ahir, Inne. Celetukan tentang gosip
model berpacaran dikelas menggemakan geli tawa lepas dari bibir cerewet kami.
Jarum jam pun berubah membentuk senyum menunjukan pukul 5 sore. Waktu untuk
menghentikan semua celetukan dan tawa liar kami.
Sendiri
lagi, kali ini duduk sendiri di dekat jendela bis pengantar ku pulang. Rasanya
penat mulai menyerangku. Kantuk, pusing, lapar, kangen serta sepi beradu jadi
satu. Bertempur memforsir otakku. Lihat, lirik, dan terus itu yang aku lakukan
sejak tadi, menatap ponselku yang semakin sepi tanpa sms darinya.
Drrrrrrrrttt....
Getar
ponselku, “semoga sms darinya Tuhan J” kataku
dalam hati dengan seutas senyum kecil sembari merogoh ponsel di saku baju pramukaku.
-udah sampai
mana? Udah ayah tunggu dijembatan dari tadi-
“Ohh sms
dari Ayah ternyata” gumamku setelah membuka dan membaca pesan dari ayahku.
-masih jauh yah, ntar ayes sms ayah ya..-
“lagi apa
ya dia? Kangen ngga ya dia kayak aku sekarang? Tapi kayaknya engga deh,
temennya banyak, huffff... ndut sepi.. cepetan 3 harinya Tuhan...” celotehku
dalam hati setelah membalas pesan singkat dari ayahku.
*********************************************
Ditengah-tengah
perjalanan, tiba-tiba aku kembali teringat pesan singkat dari Fira siang tadi.
Iseng, aku mencoba mengurutkan nama-nama orang yang pernah mendapat nilai ++
dimata dan hatiku.
“Dulu aku
suka Rio, tapi itu aku masih kecil banget udah pastilah belum PMS nggak usah kayaknya!!
Berarti Rio diluar kriteria” mencoba kuingat-ingat lagi waktu lampau itu untuk
memastikan
“ Kalo Iar..? kayaknya ngga juga, itu pas aku
kelas 7 awal deh” ahhhh mantap ingatanku masih peka
“ Ehh
tunggu, gimana kalo Athur..? sejak kapan ya aku tertarik sama dia..? loh-lohhh
kok aku jadi mikir dia cinta pertamaku... mudah-mudahan bukan Athur..”
Athur,
Athur adalah teman baik Agil, pacarku. Dia juga kakak sepupu dari Fira sahabat
kecilku itu. Namun, Athur juga mantan pacarku.
********************************************************
“
Arghhhhhhh ogah kalo Athur orangnya ” gerutuku dalam hati. Kesal tidak bisa
mengingat-ingat kejadian lalu. Terus, terus, terus berputar... berputar dan
akhirnya..
“Athur
bukan cinta pertamaku... iya bukan Athur” gelak semangat berkumandang dalam
dada. Tanpa sengaja, hitungan detik kemudian lagu kawakan Nikka Costa-My First
Love lirih memanjakanku lewat earphone yang sengaja kupasang agar tidak
mengganggu penumpang yang lainnya. Mengingatkanku pada sosok itu. Seorang
seerhana, apa adanya, selera humoris tinggi, suka mengejekku, suka berdebat,
selalu memanjakanku, pengertian, perhatian dan seorang yang manis wajah dan
lakunya. Pindutku, Maspeku, Menthogku.
“saat kamu
sms aku, hal pertama yang ingin ku katakan adalah ^My First Love darl^” kataku memejamkan mata. Mencoba terlelap
sejenak melihat sosoknya, merasakan keberadaannya dalam mata terpejamku, have a
nice day.
Aku ingin
cinta pertamaku adalah cinta terakhirku juga satu-satunya cinta yang menghiasi
hidupku. Seperti api yang membakar lilin juga seperti lilin yang terbakar oleh
api. Sama-sama terbakar namun memiliki arti yang berbeda. Salng melengkapi.
Perbedaan melengkapi kita..
#To be continue J
Agnes Anaike Putri
Ragiel.....
Saturday, December 08, 2012
.jpg)
cinta itu dari hati, bukan dari otak. jika kamu benar-benar mencintaiya, maka kamu tidak perlu memikirkan apakah dia cinta pertamamu atau bukan.
BalasHapusmakasii sarannya :)
BalasHapus